Puisi-Puisi Khairani Piliang - Jagat Sastra Milenia

JSM News

Puisi-Puisi Khairani Piliang

Puisi-Puisi Khairani Piliang

Puisi-Puisi Khairani Piliang




PERCAKAPAN KALA ITU


kita telah tiba

pada halaman terbuka

belajar mencari

mengenali langit

melihat bumi

membaca matahari

ada banyak warna di sana

pintu-pintu terbuka

jendela terbingkai dari wacana

satu ketika lentera itu padam

cahaya lindap perlahan gelap

ada luka di ruang dada

lalu ada sakit juga air mata

kita coba urai semua, sulit


begitulah cinta

hanya pada mata kita bisa berkata-kata


Jakarta, Januari 2020



SIANG DI BATAS KOTA


tak seperti waktu-waktu sebelumnya

pada siang yang tandus

memecah kebisingan di antara tetes peluh

koper berwarna abu

tik tok pantofel dari langkah terburu-buru


ini bukan barisan perkantoran

atau kesibukan metropolitan

tapi ketergesaan di tengah keresahan

menunggu tak lagi menjadi pilihan


mata jauh menelusur

tiang-tiang penyangga lampu

barisan kendaraan roda dua di trotoar jalan

berpuluh kepala hilir mudik

tak satupun terbidik


hingga di batas waktu

sepasang sabit di bibir

membuka tabir

senyum itu kembali hadir

tak lama, hanya pada hitungan detik saja

singgah, kemudian lesap entah ke mana


mimpi yang bukan mimpi

dan tertinggal kembali sepi

jatuh pada rindu terkemas

di batas kota kecil

persimpangan kenangan

menjadi ingatan samar yang takkan terhapus waktu


Jakarta, Juni 2020



JIKA BELUM MENGERTI, MAKA KUBERI TAHU


jika cintamu adalah racun

aku adalah jiwa yang menenggaknya 

hingga terhuyung dan jatuh di kakimu 

memeluk kematian penuh senyum 

dengan isak di dadamu


jika cintamu adalah pedang

aku adalah hati yang terhunus 

dengan dada membiru penuh rindu

dan bahagia dalam rinai yang tak pernah kering

menanti hangat pelukmu


jika cintamu adalah duri

akan kugenggam dengan penuh luka

hingga darah yang mengalir pada tiap tetesnya

adalah namamu yang tak bisa terhapus


dan jika cintamu adalah api

aku adalah raga yang lebur di dalamnya

hingga mengabu

lalu angin menerbangkan ke segala penjuru 

menyeru namamu


Jakarta, Oktober 2020



Tentang Penyair

Khairani Piliang, berdarah Minang, lahir Medan, besar di Rantau Prapat, tinggal dan menetap di Jakarta. Dia telah menerbitkan buku cerpen berjudul Suatu Pagi di Dermaga, dan sejumlah antologi puisi bersama. Selain itu, sejumlah karyanya juga telah dimuat di sejumlah media daring dan luring. 

Saat ini aktif di beberapa komunitas sastra dan literasi salah satunya Jagat Sastra Milenia (JSM)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact